by Amy Tan
"
Temui aku di Cafe Rusuh yang terdapat di kota tua jam 5 sore ini, ingat jangan telat barang sedetikpun. Jangan juga datang sebelum jam 5 sore. Harus tepat jam 5 sore.
Jangan bawa teman atau siapapun, bila tidak. Aku tidak akan menanggung akibatnya nanti.
Satu lagi, kau tidak boleh membocorkan pada satu orangpun tentang pertemuan kita.
Segalanya bergantung pada putusan akhir darimu. Baik buruknya, kau yang tentukan."
Aku melihat isi ВВМ yang baru kuterima lima menit yang lalu dengan bingung. Apa yang terjadi? Brengsek! Di mana letaknya Cafe Rusuh itu?whuah udah jam 4.30 sore,tinggal setengah jam lagi,guman Shasa.
Shasa yang bekerja sebagai kasir di sebuah mini market itu terlihat resah lantaran ia tahu bahwa ia bakalan tak diijinkan pulang awal mengingat lebaran tinggal 2 hari lagi.Banyak pembeli yg akan datang dan itu bertanda bahwa ia harus lembur sampai jam 7.30 malam.Dibacanya lagi isi BBM yang dikirim Kizzy,temannya.Lalu ia pun membalas balik dan mengetik sebuah pesan:
"
gak bisa jam 5 an,soalnya hari ini aku lembur ampe jam 7.30 malam,kalo boleh jam 8 malam,boleh gak?kalo gak bisa ya udah satu kata dari gue,sorry!"
Sedang di lain tempat Kizzy hanya mendesah panjang.Diambilnya sebatang rokok dari saku bajunya,lalu dihisapnya rokok yang sudah dinyalakan olehnya.Kizzy berpikir sejenak sebelum ia mulai mengetik sebuah pesan balik buat Shasa,gadis yang ceria dan tidak bisa diam yang telah mencuri hatinya.
"Ok deh aku tunggu jam 8 malam,tempatnya tetap sama Cafe Rusuh".
Setelah pesan terkirim selang semenit hp kizzy pun koit."Brengsek! nih hp batere abis pula,mana lupa bawa chargernya lagi",gumannya."Ngopi dulu aja di warungnya mpok Jamu,lagian waktu masih panjang",katanya seraya menaiki motor maticnya yang masih kreditan itu.
Di mini market,Shasa mengetik sebuah pesan buat Kizzy untuk menanyakan letak
Cafe Rusuh,namun sudah lewat satu jam tak juga mendapat balasan.Mau tak mau Shasa menelepon Kizzy,namun tetap juga hasilnya nihil,tak ada jawaban.
Shasa kesal banget,namun rasa ingin tahunya yang sangat besar mengalahkan kekesalannya.Terpikir olehnya buat bertanya kepada temannya Ghozyta teman akrabnya yang selalu tahu apa saja bila ditanya kek mbah google.Shasa lalu menelpon Ghozyta.