Friendship | Writing | Reading | Learning | Joking | Smiling | Laughing | Comfortable
Tentang Kami
Foto saya
Grup Cafe Rusuh merupakan suatu ruang lingkup tempat di mana para anggotanya bisa berbagi tentang segala hal. Kata "Rusuh" sendiri merupakan kependekan dari "Ruang suasana hati". Sebagai sebuah grup, Cafe Rusuh menjadi sebuah jembatan di mana persahabatan, kekeluargaan dan silaturahmi antara sesama anggotanya tetap terjaga. Selain itu, Cafe Rusuh juga memberikan kebebasan kepada para anggotanya untuk berbagi tentang segala hal seperti puisi, cerita, esai, tips-tips dan info-info yang bermanfaat bagi para anggotanya.

Rabu, 17 Agustus 2011

APCR : Untukmu, Indonesia

by Kayu Maniez


Indonesia,
tanahmu banjir airmata
hangus terbakar amarah
di sepanjang gugusan pulau
bencana hilir mudik singgah
iring-iringan orang menuntut gusarnya

aku berdiri di bawah Merah-Putih
benamkan kaki di tanah Ibu Pertiwi
menyeka peluh agar kau tetap tegar
agar kau tak melihat gentarku
agar kau hapus dukamu

dari ujung Sabang aku pekikan semangat
rangkaikan lengan-lengan kokoh anak bangsa
hingga ke ujung Merauke
takkan pernah putus diterpa badai
aku dan mereka ada untuk Indonesia

di sini kuletakkan harap
kubangkitkan semangat lewat teriakan lantang
bagi Indonesia, tempat mimpi anak-anak bangsa terwujud

APCR : TERTAWA

by Fadillah Retno


Indonesia negaraku..
bertahun-tahun telah kau kalungkan belulang kesedihan
telah kau simpan dalam perutmu sakit yang begitu dalam
hingga aku tak kuasa lagi melihatmu berlari.....
melihatmu tertawa
terkekeh disiang bolong
dan bersenandung dikala temaram sang bulan

Indonesia.......
Tertawalah lagi seperti dulu
tertawalah seperti saat kau gagah
kau harus memompa detak jantung tiap anak bangsa
kau harus mengusap peluh dan tetes air matamu
kau jangan menangis lagi
karna aku.........
dia........
kalian....
dan kita.........................
telah kenyang dijejali kebusukan dari tangan-tangan nista
aku.......
ingin kau
ajak kami semua berlari dikeriuhan mencari tawamu yang sempat hilang...
disini
aku,kau,dia,kalian,kita
bergandengan tangan..............

APCR : PADA PESONA TANGKUBAN PERAHU

by Re Ummi


Terpaku pada pesonamu, suatu pagi di tengah jejalan tamu
Kabut serbu tangkuban perahu
Meluruh baur penuh hiruk pikuk
Cumbuan hawa dingin menusuk, tak lagi merasuk
Walau gigil menyelusup tulang rusuk

Terkapar pada pana
Lukisan alam nyata di hamparan mata
Pepohonaan basah walau tak terbasuh air hujan
Jalan berbaatu menohok rindu
Yang membatun hingga pucuk gurun
Berkelok menurun bak lekuk tarian eksotis
Kala langkah menapaki indahnya kawah Domas
Yang menyisakan lahar panas

Nyanyian alam terlantun dari petik dawai gitar
Para pemuja alam duduk di tepian pembatas
Menikmati keelokan sang ratu yang anggun mengukir senyum
Angkuh namun mengundang decak kagum
Terhantar tafakur
Di puncak syukur

Tangkuban perahu, siang dalam gerimis
Sempurnakan lukisan alami berbaur mistis
Di latar legenda ironis
Pemuda sangkuriang dengan cinta terlarang
Pada Dayang Sumbi, ibunda yang rupawan sepanjang jaman

APCR : Mahkota kejayaan

by Ikhsanul Fikri


Ingatkah?
segelintir debu di gurun tandus
Mata-mata penuh peluh
Tubuh berjubah darah
Hati jerat legam
Bibir berisak-isak
Berikrar genggam angin topan

Sebatang runcing di tangan
Semua mata menilik dari pepohonan
Pikir cerlang saat terdesak
Masih utuh, berseru
Merdeka!!!

Setengah abad menanda sejarah
Arus globalisasi yang meraja
Kenikmatan harga mutlak
Terlengkap dari onak benak

Jerami tak sanggup menadah semua
Ada terburai, ada terlupa
Dalam kitab konstitusi menyata sama
Patahan hati penguasa menjerat derita

Ah…kawan
Musim masih gugur
Kelak juga semi
Terlagi derakmu teruji asli
Lahan kering bernyawa kembali
Masihkah menuntut aktualisasi konstitusi?

Lauhil Mahfuz akan bicara pada waktunya
Janji keabadian atasmu

kau berhak mengigau pada hari berbayang menyeluruh
menelenggak sesugukan asa mayamu
ada waktu, ada peta, ada Tuhan berbicara

berabad-abad
berjabat pekat
telan tinta beracun
pelegak keutuhan
terbungkus dalam wadah nyata
sejarah!

Wisatakan diri dari jelaga pada
Telaga Suci, penjernih hati
Bingkai pantunmu berima indah
Berbingkai mahkota menujuk gagah
Bahwa dipundakmu zamrut khatulistiwa terjaga..

APCR : Kami Bangga Indonesia

by Dini Widya Herlinda

Ceureumen, Panjang, Gili, Harleem
Pasirmu berisik ombak dan biru, teduh
Membentang gagah menantang angin
Dari Sabang sampai Meraoke
Merekahkan suka, betah, dan cita
Pantai kami Indonesia

Masih ada Bunaken, jangan bersedih
Rafflesia bunga bangkai raksasa masih merah
Yang akan membakar semangat cintamu pada negeri
Walau dulu gunung Bromo hampir meleleh ngeri
Dan Pantai Aceh pernah tegang dua puluh lima kilo

Cinta tetaplah cinta
Bukan hanya itu harta bangsa,
Cantik pada hati pula
Harga diri kami, Indonesia